MATERI AKUNTANSI INTERNASIONAL
DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN1
1.1 Latar Belakang ..................................................................................................................... 1
BAB II PEMBAHASAN 3
2.1 Pengertian dan Sejarah Akuntansi Internasional ............................................................. 3
2.2 Keragaman Standar Akuntansi .......................................................................................... 4
a. Standar akuntansi di berbagai negara ............................................................................ 4
b. Penyebab perbedaan standar akuntansi.......................................................................... 9
2.3 Standar Akuntansi Internasional & Konvergensi Global................................................ 12
a. Sejarah Penyusunan standar akuntansi internasional...................................................... 12
b. Harmonisasi dan Konvergensi ....................................................................................... 14
2.4 Multinational Corporation Dan aktivitas bisnisnya .......................................................... 16
a. Multinational Corporationa (Perusahaan Multinasional) ............................................ 16
b. Transaksi Internasional ............................................................................................... 16
2.5 Laporan Keuangan NOKIA ............................................................................................... 25
a. Consolidated Income Statement ............................................................................... 25
b. Consolidated Statement Of Comprehensive Income ............................................... 26
c. Consolidated Statement Of Financial Position ......................................................... 26
d. Consolidated Statement of Cash Flows ................................................................... 28
e. Notes to Consolidated and Financial Statements...................................................... 28
DAFTAR PUSTAKA 42
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Seiring dengan perkembangan perusahaan multinasional kebutuhan akan standar akuntansi yang berbasis international mutlak diperlukan. Pelaporan keuangan transnasional mensyaratkan perusahaan harus memahami praktik akuntansi ditempat perusahaan tersebut berkedudukan. Pada saat dunia usaha hampir tanpa batas negara, sumberdaya produksi (alat tukar yang paling likuid) yang dimiliki oleh seorang investor disuatu negara tertentu dapat dipindahkan dengan mudah dan cepat ke negara lain, misalnya melalui mekanisme perdagangan di lantai bursa.
Dengan kemajuan dan kecanggihan teknologi informasi pasar modal, jutaan atau bahkan miliaran investasi dapat dengan mudah masuk ke lantai pasar modal di seluruh penjuru dunia. Pergerakan mereka tak bisa dihalangi teritori negara. Perkembangan yang mengglobal seperti ini dengan sendirinya menuntut adanya satu standar akuntansi yang dibutuhkan baik oleh pasar modal atau lembaga yang memiliki masalah internal. Tentu saja akan timbul suatu masalah ketika standar akuntansi yang dipakai di negara tersebut berbeda dengan standar akuntansi yang dipakai di negara lain. Keanekaragaman standar yang dipakai menjadi kendala investor dan kreditor serta calon investor dan calon kreditor dalam memahami laporan keuangan yang disajikan. Hal tersebut diatas yang mendorong timbulnya standar akuntansi internasional (IFRS) yang dirumuskan oleh IASB (International Accounting Standard Board).
Dalam beberapa tahun terakhir, popularitas Standar Pelaporan Keuangan Internasional / International Financial Reporting Standards (IFRS) berkembang pesat. Proses penentu standar akuntansi internasional mampu mengklaim sejumlah keberhasilan yang dicapai dengan makin banyaknya pengakuan dan penggunaan IFRS.
Sebuah terobosan besar terjadi di tahun 2002 ketika Masyarakat Ekonomi Eropa mengadopsi peraturan yang dipersyaratkan bagi perusahaan yang terdaftar di bursa saham Eropa untuk menerapkan IFRS pada laporan keuangan konsolidasinya. Peraturan tersebut berdampak di tahun 2005 dan diterapkan ke lebih dari 8.000 perusahaan di 30 negara, termasuk negara-negara seperti Perancis, Jerman, Italia, Spanyol dan Kerajaan Inggris. Adopsi IFRS mengganti standar akuntansi nasional dan ketentuannya sebagai dasar untuk penyusunan dan penyajian laoiran keuangan kelompok perusahaan yang terdaftar di Eropa, yang dianggap oleh banyak orang sebagaimana sebuah pencapaian yang besar di dalam sejarah akuntansi internasional.
Di luar Eropa, banyak negara lainnya juga telah berpindah ke IFRS. Hingga tahun 2005, IFRS telah menjadi keharusan di banyak negara di Afrika, Asia dan Amerika Latin. Lagipula, negara-negara seperti Australia, Hong Kong, Selandia Baru, Philipina dan Singapura telah mengadopsi standar akuntansi nasional yang mengacu kepada IFRS.
Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) kini diadopsi lebih dari 100 negara. Keputusan terakhir dari Securitites and Exchange Commission Amerika Serikat (SEC) memperbolehkan penerbit swasta asing untuk mendaftarkan surat berharganya pada bursa saham Amerika Serikat dengan menggunakan Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS) (tanpa rekonsiliasi kepada Prinsip Akuntansi yang Diterima Umum Amerika Serikat (US GAAP)) dan harapan bahwa lebih banyak negara akan mengadopsi Standar Pelaporan Keuangan Internasional (IFRS), dengan mewajibkannya kepada para profesional akuntansi dan keuangan, bankir, regulator, pendidik, dan pelatih untuk memahami dan menerapkan IFRS. Tetapi beralih ke IFRS bukanlah sekedar pekerjaan mengganti angka-angka di laporankeuangan, tetapi mungkin akan mengubah pola pikir dan cara semua elemen di dalamperusahaan. International Accounting Standards, yang lebih dikenal sebagai InternationalFinancial Reporting Standards (IFRS), merupakan standar tunggal pelaporan akuntansi berkualitas tinggi dan kerangka akuntasi berbasiskan prinsip yang meliputi penilaian profesional yang kuat dengan pengungkapan yang jelas dan transparan mengenai substansi transaksi ekonomi, penjelasan hingga mencapai kesimpulan tertentu dan akuntansi terkait transaksi tersebut. Dengan demikian pengguna laporan keuangan dapat dengan mudah membandingkan informasi keuangan entitas antarnegara di berbagai belahan dunia.
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Pengertian dan Sejarah Akuntansi Internasional
Akuntansi adalah proses mengidentifikasi, mengumpulkan, mengukur, mengklasisfikasikan, meringkas, menafsirkan dan mengkomunikasikan informasi keuangan kepada pengguna. Kata pengguna dalam artian akuntansi internasional adalah para pengguna global. Jadi akuntansi internasional ini digunakan untuk trasaksi-transaksi internasional.
Thomas,Weirich,Clarence,Avery,dan Henry (1971) mengemukakan akuntansi internasional dalam tiga pendekatan berbeda: (1) Pendekatan deskriptif dan informative; pada pendekatan ini akuntansi internasional meliputi semua ragam prinsip, metode dan standar akuntansi di semua negara. Konsep ini melibatkan GAAP masing-masing negara yang artinya kumpulan semua prinsip, metode dan standar dari semua negara akan disebut sebagai sistem akuntansi internasional. Oleh karena itu pada konsep ini akuntan harus mengetahui semua prinsip akuntansi yang berlaku di semua negara. (2) Sistem Universal; pada pendekatan ini, akuntansi internasional dianggap sebagai suatu sistem universal yang bisa diadopsi oleh semua negara. Pada pendekatan ini menunjukkan standar, pedoman, dan aturan akuntansi, audit, dan perpajakan yang dikeluarkan oleh organisasi supranasional. (3) Praktik akuntansi bagi anak perusahaan yang ada di luar negeri dan perusahaan-perusahaan induk; pendekatan konsep ini bisa diaplikasikan ke akuntansi internasional mengacu pada praktik-praktik akuntansi perusahaan induk dan perusahaan anaknya di luar negeri.
Berdasarkan definisi diatas, dapat disimpulkan bahwa akuntansi internasional adalah sistem akuntansi universal yang bisa diaopsi oleh semua negara yang digunakan untuk trasaksi internasional sehubungan dengan semakin berkembanganya kegiatan kerja sama lintas negara dan perkembangan perusahaan multinasional yang membangun entitas anak di luar dari wilayah domisili perusahaan induknya, perdagangan internasional, opersi bisnis multinasional, insvestasi asing dan transaksi-transaksi pasar modal internasional semuanya melibatkan pemakaian mata uang asing.
Pada awalnya perkembangan akuntansi dimulai di Italia pada abad ke 14 dan 15 dengan menggunakan sistem pembukuan berpasangan (Double Entry Bookkeeping). Sistem pembukuan berpasangan ini dianggap sebagai awal penciptaan akuntansi. Akuntansi modern dimulai sejak double entry accounting ditemukan dan digunakan didalam kegiatan bisnis yaitu sistem pencatatan berganda (double entry bookkeeping) yang diperkenalkan oleh Lucas Pacioli (tahun 1447). Sejak itu, pembukuan italia bermigrasi ke jerman,prancis, belanda, dan Negara-negara berdataran rendah. Dari sana, kemudian sampai ke inggris yang sebagai penguasa ekonomi dunia selama abad 17 dan 18 membuat inggris menjadi misionaris yang ideal bagi akuntansi.
Seiring dengan tumbuhnya pengaruh ekonomi AS selama pertengahan abad ke 20, konsep-konsep dan praktik akuntansi AS diteruskan tidak hanya ke jerman dan jepang tetapi juga ke Negara-negara berkembang seperti Brazil,Israel, Mexico dan Filipina.
2.2 Keragaman Standar Akuntansi
a. Standar akuntansi di berbagai negara
Standar akuntansi tidak dapat terlepas dari pengaruh lingkungan, kondisi hukum, sosial dan ekonomi suatu negara tertentu. Hal-hal tersebut menyebabkan suatu standar akuntansi di suatu negara berbeda dengan di negara lain. Globalisasi yang tampak dari kegiatan perdagangan antar negara serta munculnya berbagai perusahaan multinasional mengakibatkan timbulnya kebutuhan akan suatu standar akuntansi yang berlaku secara luas di seluruh dunia. Setiap negara menggunakan standar pelaporan yang sangat mungkin divergen antara satu dengan yang lain. Tidak ada jaminan bahwa laporan-laporan keuangan yang disajikan di antara negara-negara yang berbeda tersebut dapat dibaca dengan bahasa yang sama. Namun, setiap negara memiliki lembaga pengatur standar pelaporan keuangannya sendiri.
1) Uni Eropa
Uni Eropa memiliki International Accounting Standard (IAS) yang dikeluarkan oleh International Accounting Standard Board (IASB). dan seterusnya. Pada bulan Juni 2000, European Union mengadopsi IAS/IFRS dan mewajibkan semua perusahaan yang terdaftar di Bursa Efek Eropa untuk menyusun laporan keuangan berdasarkan IAS/IFRS.
2) Amerika Serikat
Amerika Serikat memiliki Generally Accepted Accounting Principles (GAAP) yang dirilis oleh Financial Accounting Standard Board (FASB).
Komponen-komponen pelaporan Amerika Serikat
Laporan keuangan tahunan yang dibuat perusahaan AS yang besar meliputi:
a. Laporan manajemen
b. Laporan auditor
c. Laporan keugan utama ( laporan laba rugi, neraca, laporan arus kas, laporan laba komprehensif dan laporan ekuitas pemegang saham )
d. Diskusi manajemen dan analisis atas hasil operasi dan kondisi keuangan
e. Pengungkapan atas kebijakan akuntansi dengan pengaruh penting terhadap laporan keuangan
f. Catatan atas laporan keuangan
g. Perbandingan data keuangan tertentu selama lima atau sepuluh tahun
h. Data kuartal terpilih.
3) China
Pada tahun 1992, Departemen Keuangan mengeluarkan Accounting Standards for Business Enterprises (ASBE). ASBE adalah sebuah konsep kerangka kerja yang dirancang untuk menuntun perkembangan standar baru akuntansi yang ada yang pada akhirnya menyeragamkan praktik domestik dan menyeragamkan praktik akuntansi Cina fengan praktik internasional. Selanjutnya pada tahun 1998 Cina mendirikan Komite Standar Akuntansi Cina (The China Accounting Standards Committee-CASC) sebagai lembaga berwenang dalam departemen keuangan yang bertanggungjawab untuk mengembangkan standar akuntansi. Akhirnya tahun 2006 susunan baru ASBE dikeluarkan, dan ASBE ini menyajikan ketentuan standar akuntansi Cina yang pada hakikatnya sejalan dengan IFRS.
Komponen-komponen pelaporan China
a. Periode pembukuan diminta sesuai dengan kalender tahunan
b. Laporan Keuangan terdiri atas:
· Neraca
· Laporan laba rugi
· Laporan arus kas
· Laporan perubahan ekuitas
· Catatan.
4) Indonesia
Pengaturan akuntansi di Indonesia oleh ikatan akuntan Indonesia (IAI) dibawah pengawasan departenen keuangan IAI membawahi institute akuntan public Indonesia menyusun standar akuntansi keuangan (SAK) dan standar professional akuntan public (SPAP). IAI dibentuk pada 23 desember 1957. Pada tahun 1972 IAI bekerjasama dengan badan Pembina pasar uang dan modal membentuk panitia penghimpun bahan-bahan dan struktur GAAP dan struktur GAAS. Pada tahun 1994, IAI mengadopsi standar IASC yang dituangkan dalam PSAK yang berlaku 1 januari 1995.
Komponen-komponen pelaporan Indonesia
- Neraca
- Perhitungan laba rugi
- Laporan arus kas
- Laporan perubahan ekuita
- Catatan pada laporan keuangan.
Perbedaan dalam penerapan standar akuntansi diseluruh negara berimplikasi pada perbedaan penyajian pelaporan keuangan. Misalnya, perusahaan di Amerika Serikat tidak diizinkan untuk melaporkan properti, pabrik, dan peralatan dalam jumlah yang lebih besar dari biaya historis. Sebaliknya, perusahaan di Uni Eropa diizinkan untuk melaporkan aset mereka pada neraca pada nilai pasar. Biaya penelitian dan pengembangan harus dibebankan seperti yang terjadi di Jepang, tetapi biaya pengembangan dapat dikapitalisasi sebagai diakui sebagai aset di Kanada dan Prancis. Perusahaan Cina diharuskan menggunakan metode langsung dalam menyiapkan pernyataan arus kas, sedangkan sebagian besar perusahaan di Amerika Serikat dan Eropa menggunakan metode tidak langsung.
Dalam laporan tahunannya tahun 2009, perusahaan telekomunikasi Korea Selatan SK Telecom Company Ltd. menggambarkan 15 perbedaan signifikan antara aturan akuntansi Korea Selatan dan AS. Di bawah prinsip akuntansi (GAAP) yang diterima secara umum oleh Korea Selatan, SK Telecom melaporkan pendapatan bersih 2009 sebesar 1,056 miliar won Korea Selatan (KRW). Sedangkan Jika SK Telecom menggunakan GAAP AS pada tahun 2009, pendapatan bersihnya akan menjadi KRW 1,357 miliar, sekitar 28 persen lebih besar. Ekuitas pemegang saham seperti yang dinyatakan di bawah GAAP Korea Selatan adalah KRW 12,345 miliar tetapi menjadi KRW 14,261 miliar di bawah GAAP AS, selisih 16 persen.
Berikut ini adalah gambaran perbedaan susunan laporan posisi keuangan perusahaan di Amerika Serikat dan Inggris:
Gambar 1.1
Gambar 1.2
Gambar 1.1 dan 1.2 menyajikan neraca konsolidasi untuk perusahaan Inggris Vodafone Group PLC dan pesaingnya di AS Verizon Communications Inc. Berdasrkan neraca konsilidasi tersebut terdapat perbedaan yang paling jelas adalah urutan di mana aset disajikan. Verizon menyajikan aset dalam urutan yang paling likuid dimulai dengan kas dan setara kas, sedangkan Vodafone menyajikan aset dalam urutan terbalik dari likuiditas, dimulai dengan Goodwill. Di sisi lain, neraca Vodafone mempresentasikan rekening ekuitasnya sebelum liabilitas, sedangkan Verizon mempresentasikan rekening ekuitas setelah likuiditas. Vodafone menggunakan “Capital redemption reserve” untuk menunjukkan alokasi laba ditahan. Sedangkan di Amerika Serikat Cadangan tidak diketahui.
b. Penyebab perbedaan standar akuntansi
Perbedaan praktik akuntansi di setiap negara dipengaruhi oleh faktor-faktor yang bervariasi seperti :
1) Sistem hukum
Ada dua jenis utama sistem hukum yang digunakan di seluruh dunia yaitu hukum umum dan hukum Romawi yang dikodifikasi. Hukum umum dimulai di Inggris dan terutama ditemukan di negara-negara berbahasa Inggris di dunia. Negara-negara hukum umum mengandalkan sejumlah undang-undang undang, yang kemudian ditafsirkan oleh pengadilan. Sistem hukum kode, diikuti di sebagian besar negara yang tidak berbahasa Inggris, berasal dari peradaban jus Romawi dan dikembangkan lebih lanjut di universitas-universitas Eropa selama Abad Pertengahan. Negara-negara hukum kode cenderung memiliki undang-undang yang relatif lebih banyak atau hukum yang dikodifikasi yang mengatur berbagai aktivitas manusia yang lebih luas.
Negara umumnya memiliki hukum korporasi (kadang-kadang disebut kode komersial atau perusahaan bertindak), yang menetapkan parameter hukum dasar yang mengatur perusahaan bisnis. Undang-undang korporasi sering menetapkan laporan keuangan mana yang harus diterbitkan sesuai dengan format yang ditentukan. Aturan pengukuran dan pengungkapan akuntansi tambahan disertakan dalam undang-undang akuntansi yang diperdebatkan dan disahkan oleh legislatif nasional. Di negara-negara di mana aturan akuntansi disahkan, profesi akuntansi cenderung memiliki sedikit pengaruh pada pengembangan standar akuntansi. Di negara-negara dengan tradisi hukum umum, meskipun undang-undang korporasi meletakkan kerangka dasar untuk akuntansi mungkin ada (seperti di Inggris), aturan akuntansi khusus ditetapkan oleh profesi atau oleh badan nonpemerintah independen yang mewakili berbagai konstituen. Dengan demikian, jenis sistem hukum di suatu negara cenderung menentukan apakah sumber utama aturan akuntansi adalah pemerintah atau organisasi nonpemerintah.
Di negara-negara hukum kode, undang-undang akuntansi cenderung agak umum dan tidak memberikan banyak detail mengenai praktik akuntansi tertentu dan mungkin tidak memberikan panduan sama sekali di bidang-bidang tertentu. Jerman adalah contoh dari jenis negara ini. Undang-undang akuntansi Jerman yang disahkan pada tahun 1985 hanya sepanjang 47 halaman dan diam sehubungan dengan masalah seperti sewa, terjemahan mata uang asing, dan laporan arus kas. Ketika tidak ada panduan yang diberikan dalam undang-undang, perusahaan Jerman merujuk pada sumber lain, termasuk undang-undang pajak, pendapat profesi audit Jerman, dan standar yang dikeluarkan oleh Komite Standar Akuntansi Jerman, untuk memutuskan bagaimana melakukan akuntansi mereka.
2) Perpajakan
Di beberapa negara, laporan keuangan yang diterbitkan merupakan dasar untuk perpajakan, sedangkan di negara lain, laporan keuangan disesuaikan untuk keperluan pajak dan disampaikan kepada pemerintah secara terpisah dari laporan yang dikirim ke pemegang saham. Di Jerman, apa yang disebut prinsip kongruensi (Massgeblichkeitsprinzip) di negara itu menetapkan bahwa laporan keuangan yang diterbitkan berfungsi sebagai dasar untuk penghasilan kena pajak. Perusahaan Jerman yang dikelola dengan baik berusaha meminimalkan pendapatan untuk keperluan pajak, misalnya melalui penggunaan depresiasi yang dipercepat, sehingga dapat mengurangi kewajiban pajak mereka. Sebagai hasil dari prinsip kongruensi, depresiasi dipercepat juga harus diambil dalam perhitungan pendapatan akuntansi.
Di Amerika Serikat sebaliknya, kesesuaian antara laporan pajak dan laporan keuangan hanya diperlukan sehubungan dengan penggunaan asumsi aliran biaya persediaan last-in, first-out (LIFO). Perusahaan-perusahaan AS diizinkan untuk menggunakan depresiasi dipercepat untuk keperluan pajak dan depresiasi garis lurus dalam laporan keuangan. Semua yang lain setara, karena pengaruh prinsip kongruensi, sebuah perusahaan Jerman cenderung melaporkan pendapatan yang lebih rendah daripada rekan-rekannya di AS. Perbedaan antara pajak dan pendapatan akuntansi menimbulkan kebutuhan untuk memperhitungkan pajak penghasilan yang ditangguhkan, masalah utama di Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir. Pajak penghasilan yang ditangguhkan jauh lebih sedikit dari Jerman.
3) Providers of Financing (penyedia pembiayaan)
Penyedia pembiayaan utama untuk perusahaan bisnis adalah anggota keluarga, bank, pemerintah, dan pemegang saham. Di negara-negara di mana pembiayaan perusahaan didominasi oleh keluarga, bank, atau negara, akan ada lebih sedikit tekanan untuk akuntabilitas publik dan keterbukaan informasi. Bank dan negara akan sering diwakili di jajaran direksi dan oleh karena itu akan dapat memperoleh informasi yang diperlukan untuk pengambilan keputusan dari dalam perusahaan. Ketika perusahaan menjadi lebih tergantung pada pembiayaan dari penduduk umum melalui penawaran umum saham saham, permintaan akan informasi lebih lanjut yang tersedia di luar perusahaan menjadi lebih besar. Tidak layak bagi perusahaan untuk mengizinkan ratusan, ribuan, atau ratusan ribu pemegang saham mengakses catatan akuntansi internal. Kebutuhan informasi pengguna laporan keuangan tersebut dapat dipenuhi hanya melalui pengungkapan yang luas dalam laporan akuntansi.
Juga dapat ada perbedaan dalam orientasi laporan keuangan, dengan pemegang saham lebih tertarik pada laba (penekanan pada laporan pendapatan) dan bank lebih tertarik pada solvabilitas dan likuiditas (penekanan pada neraca). Bankir cenderung lebih memilih perusahaan untuk mempraktikkan akuntansi yang agak konservatif sehubungan dengan aset dan kewajiban.
4) Inflasi
Negara-negara yang mengalami tingkat inflasi yang tinggi kronis merasa perlu untuk mengadopsi aturan akuntansi yang mengharuskan penyesuaian inflasi dari jumlah biaya historis. Ini terutama berlaku di Amerika Latin, yang sebagai wilayah telah memiliki lebih banyak inflasi daripada bagian lain dunia. Sebagai contoh, sepanjang 1980-an dan 1990-an, tingkat inflasi tahunan rata-rata di Meksiko sekitar 50 persen, dengan tertinggi 159 persen pada tahun 1987. Tingkat inflasi dua digit dan tiga digit membuat biaya historis tidak berarti. Sepanjang sebagian besar paruh kedua abad ke-20, faktor ini membedakan Amerika Latin dari seluruh dunia sehubungan dengan akuntansi. Menyesuaikan pendapatan inflasi sangat penting di negara-negara di mana laporan akuntansi berfungsi sebagai dasar perpajakan; jika tidak, perusahaan akan membayar pajak atas keuntungan fiktif.
5) Ikatan Politik dan Ekonomi
Akuntansi adalah teknologi yang relatif mudah dipinjam dari atau dikenakan pada negara lain. Melalui hubungan politik dan ekonomi, aturan akuntansi telah disampaikan dari satu negara ke negara lain. Misalnya, melalui kolonialisme sebelumnya, baik Inggris dan Prancis telah mentransfer kerangka akuntansi mereka ke berbagai negara di seluruh dunia. Sistem akuntansi gaya Inggris dapat ditemukan di negara-negara sejauh Australia dan Zimbabwe. Akuntansi Prancis lazim terjadi di bekas koloni Prancis di Afrika barat. Baru-baru ini, diperkirakan bahwa hubungan ekonomi dengan Amerika Serikat telah berdampak pada akuntansi di Kanada, Meksiko, dan Israel.
2.3 Standar Akuntansi Internasional & Konvergensi Global
a. Sejarah Penyusunan standar akuntansi internasional
|
Tahun |
Sejarah |
|
1973 |
International Accounting Standard Committee (IASC) berdiri. |
|
1974 |
IASC menyepakati International Accounting Standard (IAS) yang akan menjadi cikal bakal International Financial Reporting Standard (IFRS). |
|
1976 |
IASC bekerjasama dengan Kelompok Sepuluh Gubernur Bank dalam aspek dana proyek IASC dan laporan keuangan bank. |
|
1977 |
Terbentuk International Federation of Accounting (IFAC). |
|
1978 |
Nigeria dan Afrika Selatan bergabung dengan IASC. |
|
1980 |
Diadakan pertemuan antarpengurus Kelompok Akuntansi dan Pelaporan PBB bertemu untuk pertemakalinya dan menandatangani kerjasama antara IASC dan Kelompok Akuntansi dan Pelaporan PBB. |
|
1982 |
International Financial Accounting Standard (IFAC) mendorong IASC untuk menjadi standar akuntansi global. |
|
1983 -1984 |
Italia dan Taiwan bergabung. |
|
1995 |
Negara-negara Uni Eropa menandatangani kesepakatan untuk menggunakan IAS . |
|
1999 |
Diadakan pertemuan menteri keuangan negara-negara yang tergabung dalam G-7 dan Dana Moneter Internasional. |
|
2001 |
Dibentuk IASB sebagai IASC. |
|
2002 |
FASB dan IASB sepakat untuk melakukan konvergensi standar akuntansi US GAAP dan IFRS. |
|
2011 |
IFRS telah digunakan oleh lebih dari 150 negara, termasuk Jepang, China, Kanada dan 27 negara Uni Eropa. |
Di setiap negara, penyusunan laporan keuangan memiliki standar dan tahapan yang berbeda-beda. Standar dan tahapan tersebut ditentukan oleh kalangan profesi yang bergabung dalam sebuah lembaga resmi. Misalnya di Amerika Serikat, terdapat lembaga yang menangani masalah akuntansi dan pelaporannya yaitu Financial Accounting Standar Board (FASB).
Untuk menyamakan standar dan tahapan dalam membuat laporan keuangan di seluruh dunia, tanggal 29 Juni 1973 didirikan lembaga yang menangani standar dan tahapan laporan keuangan yaitu International Accounting Standard Committee (IASC). Lembaga ini didirikan oleh lembaga-lembaga profesi dari Australia, Kanada, Perancis, Jerman, Jepang, Meksiko, Belanda, dan Inggris pada pertemuan perdana di Inggris. Agenda pertamanya adalah mengakui praktik akuntansi di semua negara. Lembaga ini kemudian menyepakati International Accounting Standard (IAS) yang akan menjadi cikal bakal International Financial Reporting Standard (IFRS) pada tahun 1974. Pada tahun ini juga ada negara-negara baru yang menjadi anggota pertama dari IASC yaitu Belgia, India, Israel, Selandia Baru, Pakistan, dan Zimbabwe.
Pada tahun 1976 cakupan IASC semakin luas dengan berlangsungnya kerjasama antara IASC dengan Kelompok Sepuluh Gubernur Bank dalam aspek dana proyek IASC dan laporan keuangan bank. Setahun kemudian dibentuk International Federation of Accounting (IFAC) sebagai bagian dari IASC. Meskipun IFAC merupakan bagian dari IASC, namun IFAC memiliki misi dan tujuan terendiri. Misi IFAC adalah untuk mendukung perkembangan profesi akuntansi dengan harmonisasi standar sehingga akuntan dapat memberikan jasa berkualitas tinggi secara konsisten demi kepentingan umum. Tujuan dari IFAC adalah upaya pengembangan International Standar Audits (ISAs), kode etik, kurikulum pendidikan, standar akuntansi sektor swasta, dan kaidah-kaidah bagi akuntan dalam berbisnis atau mereka yang terlibat dalam teknologi.
Tahun 1978, Nigeria dan Afrika Selatan bergabung dengan IASC. Kemudian pada tahun 1980 diadakan pertemuan antarpengurus Kelompok Akuntansi dan Pelaporan PBB bertemu untuk pertemakalinya dan menandatangani kerjasama antara IASC dan Kelompok Akuntansi dan Pelaporan PBB. Dua tahun kemudian International Financial Accounting Standard (IFAC) mendorong IASC untuk menjadi standar akuntansi global. Semakin lama, apresiasi dari negara-negara di dunia semakin meningkat. Hal ini terbukti dengan bergabungnya Italia pada tahun 1983 dan Taiwan pada tahun 1984. Pada tahun 1995 negara-negara Uni Eropa menandatangani kesepakatan untuk menggunakan IAS setelah melewati pertemuan-pertemuan formal sebelumnya.
Pada 1998 jumlah anggota IFAC/IASC mencapai 140 lembaga yang tersebar di 101 negara. Akhirnya, pertemuan menteri keuangan negara-negara yang tergabung dalam G-7 dan Dana Moneter Internasional pada 1999 menyepakati dilakukannya penguatan struktur keuangan dunia melalui IAS.
Pada 2001, dibentuk IASB sebagai IASC. Tujuannya untuk melakukan konvergensi ke GAS dengan kualitas yang meliputi prinsip-prinsip laporan keuangan dengan standar tunggal yang transparan, bisa dipertanggung jawabkan, comparable, dan berguna bagi pasar modal. Pada 2001, IASC, IASB dan SIC mengadopsi IASB. Pada 2002, FASB dan IASB sepakat untuk melakukan konvergensi standar akuntansi US GAAP dan IFRS. Langkah itu untuk menjadikan kedua standar tersebut menjadi sesuai.
Proses yang panjang tersebut akhirnya menjadi apa yang disebut IFRS, yang merupakan suatu tata cara bagaimana perusahaan menyusun laporan keuangannya berdasarkan standar yang bisa diterima secara global. Jika sebuah negaran beralih ke IFRS, artinya negara tersebut sedang mengadopsi bahasa pelaporan keuangan global yang akan membuat perusahaan bisa dimengerti oleh pasar dunia. Hal yang penting dari peralihan ke IFRS bukanlah sekedar pekerjaan mengganti angka-angka di laporan keuangan, tetapi juga mengubah pola pikir dan cara semua elemen di dalam perusahaan.
b. Harmonisasi dan Konvergensi
Dalam kaitanya dengan standar internasional, terdapat beberapa macam langkah yang dilakukan oleh banyak Negara sehubungan dengan perbedaan standar yang dibuat sebelumnya. Jadi Secara garis besar langkah yang dapat diambil tersebut adalah harmonisasi dan konvergensi.
· Harmonisasi
Harmonisasi standar akuntansi diartikan bahwa satu Negara tidak mengikuti sepernuhnya standar yang berlaku secara internasional, melainkan suatu Negara hanya membuat agar standar akuntansi yang mereka miliki tidak bertentangan dengan standar akuntansi internasional. Harmonisasi ini fleksibel dan terbuka sehingga sangat mungkin ada perbedaan antara standar yang dianut oleh suatu Negara dengan standar internasional. hanya saja diupayakan perbedaan dalam standar tersebut bukan perbedaan yang bersifat bertentangan.
Konsep ini juga dipakai oleh badan-badan masyarakan Eropa (EC) dimana standar yang berbeda boleh berlaku di masing-masing negara anggota selama standar tersebut selaras yang berarti bahwa standar tersebut secara logis seharusnya tidak boleh bertentangan dengan IFRS. Juga di Indonesia, Contohnya adalah PSAK no 24, itu mengadopsi sepenuhnya IAS nomor 19. Standar berhubungan dengan imbalan kerja atau employee benefit.
· Konvergensi
Konvergensi dalam standar akuntansi dan dalam konteks standar internasional berarti nantinya ditujukan hanya akan ada satu standar. Standar itulah yang kemudian berlaku menggantikan standar yang tadinya dibuat dan dipakai oleh suatu Negara. Sebelum ada konvergensi standar biasanya terdapat perbedaan antara standar yang dibuat dan dipakai di negara tersebut dengan standar internasional. Konvergensi standar akan menghapus perbedaan tersebut perlahan-lahan dan bertahap sehingga nantinya tidak akan ada lagi perbedaan antara standar negara tersebut dengan standar yang berlaku secara internasional.
Saat ini, lebih dari 100 negara telah diwajibkan atau membolehkan penerapan IFRS dan diperkirakan akan semakin banyak negara di dunia menggunakan IFRS. Bahkan 10 negara yang pasar modalnya sudah mendunia telah melakukan konvergensi ke IFRS, yaitu Jepang, Inggris, Perancis, Kanada, Jerman, Hongkong, Spanyol, Switzerland, Australia, termasuk Amerika Serikat sudah menyatakan akan melakukan konvergensi ke IFRS.
2.4 Multinational Corporation Dan aktivitas bisnisnya
a. Multinational Corporationa (Perusahaan Multinasional)
Perusahaan multinasional adalah perusahaan yang berkantor pusat di satu negara tetapi memiliki anak perusahaan di negara lain. Perusahaan bisa dikatakan multinational apabila memiliki paling sedikit 6 anak perusahaan yang tersebar di berbagai negara di luar dari kantor pusatnya. Xstrata Plc adalah perusahaan paling multinasional di dunia, dengan lebih dari 90% aset, penjualan, dan karyawannya berlokasi di luar negara asalnya Britania Raya.
Lima perusahaan AS paling multinasional pada tahun 2008 adalah AES Corporation, Liberty Group Inc., Coca-Cola, ExxonMobil, dan Procter & Gamble. Nike Inc., Produsen alas kaki atletik, pakaian, dan peralatan terbesar di dunia, memiliki kantor cabang dan anak perusahaan di 52 negara, menjual produk di lebih dari 170 negara, dan memiliki lebih dari 34.000 karyawan di seluruh dunia. Hampir semua produk alas kaki dan pakaian Nike diproduksi di luar Amerika Serikat. Perusahaan menghasilkan sekitar 58 persen dari penjualannya di luar Amerika Serikat.
b. Transaksi Internasional
Transaksi internasional adalah transaksi yang berhubungan dengan barang, jasa, dan modal. Internasional transaksi basisnya adalah domisili dari suatu transaski, apabila transaksi bergerak antara negara maka disebut eksport dan import. Sudut pandang akuntansi internsional yaitu currency yang digunakan dalam transaksi. Ada 3 kemungkinan currency atau mata uang yang digunakan dalam transaksi, yaitu mata uang domestic, mata uang Negara lawan transaksi, dan mata uang selain mata uang domestic dan mata uang Negara lawan transaksi yang umumnya adalah mata uang yang mempunyai reputasi, misalnya untuk sekarang ini adalah mata uang euro, dollar,dll. Masalah perbedaan mata uang ini adalah masalah yang masih berlaku hingga sekarang ini. Oleh karena itu untuk mngatasi hal tersebut maka digunkanlah exchange rate atau nilai kurs.
Standar mengatakan bahwa transaksi internasional didenominasi oleh mata uang selain dari fungtional currency yang kemudian di translate ke fungtional currency menggunakan exchange rate atau kurs yang berlaku pada saat tanggal terjadinya transaski. Kurs yang berlaku hari ini idealnya tidak akan sama dengan kurs yang berlaku di hari berikutnya oleh karena itu setelah terjadinya transaski, pada saat kita menyajikan laporan keuangan setiap item yang mempunyai unsur foreign currency baik item receivable atau account payable harus di adjust atau disesuaikan denga current exchange rate. Umunya dipastikan exchange rate pada saat tanggal transkasi akan berbeda dengan exchange rate yang berlaku pada balance sheet date. Perbedaan yang di hasilkan atau selisih kurs bisa lebih besar atau lebih kecil sehingga bisa menghasilkan gain atau loss. Selisih kurs yang menyebabkan gain or loss diakui pada tanggal transaski kecuali untuk transaksi :
1) Transaski yang sengaja di rancang secara efektif untuk melindungi net investment in foreign entity. Net investment in foreign entity adalah investasi bersih di luar negeri.
2) Long term intercompany infesment transaction.
Untuk pengecualian diatas diakui tidak sebagai gain atau loss dan tidak disajikan pada laporan laba rugi tetapi di sajikan di laporan poisi keuangan (neraca). Akun yang digunakan adalah kumulatif translation adjustment.
1) Transkasi Pembelian-Import
Impor adalah kegiatan memasukkan barang ke dalam daerah pabean. Daerah pabean adalah wilayah suatu negara yang meliputi wilayah darat, perairan, ruang udara di atasnya, serta tempat-tempat tertentu di Zona Ekonomi Eksklusif dan landas kontinen.
Des 1 19X3, Perusahaan amerika memesan beberapa komponen dari pemasok kanada.
Des 3 19X3, Perusahaan U.S diberi tahu bahwa pesanan sudah dikapalkan (CD 1,000,000)
Des619X3, Barang diterima
Des31 19X3, Perusahaan mempersiapkan financial statement
Jan31 19X4, Pembayaran CD 1,000,000
Exchange rates:
|
Average CD1=$0.84 |
|
Average CD1=$0.87 |
Jan.31,19X4 CD1=$0.89
Perubahan kurs yang terus meningkat dari des 3 ke Des 31, hingga Jan 31 berakibat pada semakin bertambahnya utang yang berarti akan menimbulkan kerugian.
Perlu diingat recording point atau titik dimana harus melakukan proses pencatatan diantaranya yaitu tanggal terjadinya transaksi, tanggal pelaporan, dan tanggal pelunasan.
Journal Entries:
Des 3,19X3 : Purchases $ 830,000
Account Payable $ 830,000
(CD 1,000,000 @ $0.83 = $ 830.000)
Des 31,19X3: Foreign exchange loss $ 20,000
Account payable $ 20,000
CD 1,000,000 ($ 0.85-$ 0.83) = $ 20.000
Jan 31, 19X4: Foreign exchange loss $ 40,000
Account payable $ 40,000
CD 1,000,000 ($ 0.89-$ 0.85) = $ 40,000
Jan 31,19X4 : Account Payable $ 890,000
Cash $ 890,000
(CD 1,000,000 @ $ 0.89 = $ 890,000)
2) Transaksi Penjualan (Ekspor)
Ekspor adalah perdagangan dengan cara megeluarkan barang dari dalam ke luar wilayah pabean suatu negara dengan memenuhi ketentuan yang berlaku.
Des 1 19X3 Perusahaan Canada menjual beberapa komponen ke pemasok amerika
Des 3 19X3, Perusahaan Canada memberi tahu bahwa pesanan sudah dikapalkan (CD 1,000,000)
Des 6 19X3, Barang diterima
Des 31 19X3, Perusahaan mempersiapkan financial statement
Jan 31 19X4, Penerimaan CD 1,000,000
Exchange rates:
|
Average CD1=$0.84 |
|
Average CD1=$0.87 |
Jan.31,19X CD1=$0.89
Journal Entries
Des 3,19X3 : Account Receivable $ 830,000
Sales $ 830,000
(CD 1,000,000 @ $0.83 = $ 830.000)
Des 31,19X3: Account Receivable $ 20,000
Foreign exchange gain $ 20,000
CD 1,000,000 ($ 0.85-$ 0.83) = $ 20.000
Jan 31, 19X4: Account Receivable $ 40,000
Foreign exchange gain $ 40,000
CD 1,000,000 ($ 0.89-$ 0.85) = $ 40,000
Jan 31,19X4 : Cash $ 890,000
Account Receivable $ 890,000
(CD 1,000,000 @ $ 0.89 = $ 890,000)
3) Transaksi Peminjaman Untuk Permodalan
Juli 1, 19X3 : Perusahaan amerika meminjam DM 1,000,000 jangka waktu 1 tahun dan suku bunga 5% dari perusahaan di jerman
Des 31, 19X3 : Perusahaan amerika membuat laporan keuangan
Juli 1,19X4 : Dilakukan pembayaran kembali
Exchange rates:
Juli 1,19X3; DM 1=$0.50
Des31,19X3;DM1=$0.53 Average DM 1 =$0.515
Juli 1, 19X4; DM 1=$0.55 Average DM 1=$0.54
Journal Entries:
Juli 1, 19X4 ; Cash $ 500,000
Loan Payable $ 500,000
DM 1,000,000 @ $ 0.50 = $ 500,000
Des 31, 19X3: Interest Expense $ 12.875
Foreign Exchange loss $ 375
Interest payable (DM) $ 13,250
Interest àDM 1,000,000 x 0.05 x 0.5 = DM 25,000
DM 25,000 @ 0.53 = $ 13,250
Interest Expense DM 25,000 @ $ 0.515 = $ 12.875
Des 31,19X3 : Foreign Exchange Loss $ 30,000
Loan Payable $ 30,000
DM 1,000,000 ($ 0.53 – 0.50) = $ 30,000
Juli 1, 19X4: Interest payable $ 13,250
Interest expense $ 13,500
Foreign exchange loss $ 750
Cash $ 27,500
DM 1,000,000 x 0.05 = DM 50,000 = $ 27,500 à Total interest
DM 25,000 @ $ 0.54 = $ 13.500à interest expense 19X4
$ 27,500 - $ 13,250 - $ 13,500 = $ 750 --. Foreign exchange loss
Juli 1, 19X4: Loan payable $ 530,000
Foreign exchange loss $ 20,000
Cash $ 550,000
DM 1,000,000 @ $ 0.55 = $ 550,000 à Loan principal
DM 1,000,000 ($ 0.55-0.53) = $ 20,000 à foreign exchange loss
4) Transaskis Yang sengaja dirancang untuk Melindungi Net Investment
1 juli 19X3, Perusahaan di U.S meminjam DM 1,000,000, jangka waktu 1 tahun dengan bunga 5%
31 Des 19X3, Perusahaan U.S menyiapkan pelaporan keuangan
1 juli 19X4, Pembayaran
Exchange rates:
1 juli 19X3 DM 1= $0.50
31 des 19X3 DM 1= $0.53
1 juli 19X4 DM 1 = $0.55
Journal Entriens
1 juli 19X3 Cash $ 500,000
Loan payable (DM) $ 500,000
DM 1,000,000 @ $ 0.50 = $ 500,000
31 des 19X3 Interest expense $ 12,875
Cumulative translation adjustment $ 375
Interest payable $ 13,250
DM 1,000,000 x 0.05 x 0.5 = DM 25,000
DM 25,000 @ 0.53 = $ 13,250
DM 25,000 @ $ 0.515 = $ 12,875
31 des 19X3 Cumulative translation adjustment $ 30,000
Loan payable $ 30,000
DM 1,000,000 ( $ 0.53-0.50) = $ 30,000
Juli 1, 19X4: Interest payable $ 13,250
Interest expense $ 13,500
Cumulative translation adjustment $ 750
Cash $ 27,500
DM 1,000,000 x 0.05 = DM 50,000 = $ 27,500 à Total interest
DM 25,000 @ $ 0.54 = $ 13.500à interest expense 19X4
$ 27,500 - $ 13,250 - $ 13,500 = $ 750 --. Foreign exchange loss
Juli 1, 19X4: Loan payable $ 530,000
Cumulative translation adjustment $ 20,000
Cash $ 550,000
DM 1,000,000 @ $ 0.55 = $ 550,000 à Loan principal
DM 1,000,000 ($ 0.55-0.53) = $ 20,000 à foreign exchange loss
5) Kontrak Forward
Kontrak forward adalah suatu persetujuan untuk membeli atau menjual sejumlah tertentu valuta asing pada tanggal tertentu dimasa depan dan pada kurs tertentu yang disebut kurs forward. Kontrak forward umumnya digunakan oleh para importer atau eksportir pada saat barang yang di invoice dalam valuta asing dibeli dari atau di jual kepada pihak-pihak di luar negeri. Tujuan dari kontrak forward adalah untuk melindungi risiko keuntungan atau kerugian transaksi yang timbul akibat fluktuasi nilai tukar antara tanggal transaksi dan tanggal penyelesaian. Kontrak forward juga digunakan untuk meng-hedge piutang atau utang valuta asing, untuk melakukan spekulasi valuta asing yang mempunyai resiko untung atau rugi.
Beberapa hal yang perlu dipahami sebelum melakukan proses accounting yaitu kita harus tahu apa tujuan kita melakukan foreard kontrak. Dengan memahami tujuan itu, kita bisa menetuan accounting treatment apa yang harus kita gunakan. Ada beberapa Tujuan dalam menggunakan forward kontak yaitu :
1. To hedge an identifiable foreign currency commitment.
2. To cover an exposed position (asset or liability)
3. To speculate
Exchange gain dan loss dalam forward kontrak akan di akui dan dicatat sebagai current income kecuali apabila forward kontrak ditujukan untuk menghadge identifiable foreign currency commitments.
Ketentuan standar dari ketiga tujuan diatas diringkas dalam table berikut ini:
|
Purpose of forward |
Treatment of premium or discount |
Measurement of gain Gain or loss |
Treatment of gain gain or loss |
|
To hedge identifiable foreign currency commitment |
Ditangguhkan |
Menggunakan spot rate |
Ditangguhkan sebagai bagian dari item yang menjadi dasar forward kontrak |
|
To hedge othe exposure (such as translation exposure) |
Write off selama umur dari forward kontrak |
Menggunakan recent spot rate |
Dilaporkan pada income statement |
|
To speculate |
Premium dan discount tidak diukur |
Diukur dengan mneggunakan forward rate yang ada di dalam kontrak dibandingkan dengan forward rate pada sisa kontraknya. |
Diakui sebagai bagian dari net income |
2.5 Laporan Keuangan NOKIA
a. Consolidated Income Statement
b. Consolidated Statement Of Comprehensive Income
c. Consolidated Statement Of Financial Position
d. Consolidated Statement of Cash Flows
e. Notes to The Consolidated Financial Statements
1. Corporate Information
Nokia Oyj, didirikan dan berdomisili di Helsinki, Finlandia, adalah perusahaan induk untuk semua anak perusahaannya ("Nokia" atau "Grup"). Kantor pusat operasional Grup berlokasi di Espoo, Finlandia. Grup ini terdaftar di bursa saham Nasdaq Helsinki, bursa saham New York dan bursa saham Euronext Paris. Grup ini adalah penyedia infrastruktur jaringan seluler yang terkemuka yang menggabungkan Hardware, Software dan layanan, serta teknologi dan lisensi canggih.
2. Perusahaan Grup Utama
3. Foreign Currency Translation
a) Mata uang fungsional dan presentasi
Laporan keuangan semua perusahaan grup diukur menggunakan mata uang fungsional, yang merupakan mata uang lingkungan ekonomi utama tempat entitas beroperasi. Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam euro, mata uang fungsional dan presentasi Dari Perusahaan Induk.
b) Transaksi dalam mata uang asing
Transaksi dalam mata uang asing dicatat pada nilai tukar yang berlaku pada tanggal transaksi individu. Untuk alasan praktis, tingkat yang memperkirakan tingkat aktual pada tanggal transaksi sering digunakan. Pada akhir periode pelaporan, aset dan liabilitas moneter dalam mata uang asing dihargai pada nilai tukar yang berlaku pada akhir periode pelaporan. Keuntungan dan kerugian valuta asing yang timbul dari aset dan liabilitas moneter serta perubahan nilai wajar instrumen hedging terkait diakui dalam pendapatan dan pengeluaran keuangan. Keuntungan dan kerugian valuta asing yang belum terealisasi terkait dengan investasi non-current non-current available-for-sale termasuk dalam pengukuran nilai wajar investasi ini dan diakui dalam pendapatan komprehensif lainnya (other comprehensive income).
Semua pendapatan dan pengeluaran perusahaan kelompok asing di mana mata uang fungsional bukan euro diterjemahkan ke dalam euro dengan nilai tukar mata uang asing rata-rata untuk periode pelaporan. Semua aset dan liabilitas perusahaan grup asing diterjemahkan ke dalam euro dengan nilai tukar mata uang asing yang berlaku pada akhir periode pelaporan. Perbedaan yang dihasilkan dari terjemahan pendapatan dan pengeluaran pada tingkat rata-rata dan aset dan kewajiban pada tingkat penutupan diakui sebagai perbedaan terjemahan dalam laporan pendapatan komprehensif konsolidasian. Pada pembuangan semua atau sebagian dari perusahaan grup asing melalui penjualan, likuidasi, pelunasan modal saham atau pengabaian, jumlah kumulatif atau bagian proporsional dari perbedaan terjemahan diakui sebagai pendapatan atau pengeluaran ketika keuntungan atau kerugian pembuangan diakui.
c) Data Kurs Tukar
Bisnis dan hasil operasi kami adalah, dari waktu ke waktu, dipengaruhi oleh perubahan nilai tukar, terutama antara euro, mata uang pelaporan kami, dan mata uang lainnya seperti dolar AS, yuan Cina, yen Jepang dan won Korea. Tabel berikut menetapkan informasi mengenai tingkat pembelian siang untuk tahun 2013 hingga 2017 dan untuk setiap bulan dalam periode enam bulan yang berakhir pada 28 Februari 2018, dinyatakan dalam dolar AS per euro. Nilai rata-rata untuk setahun berarti rata-rata nilai tukar pada hari terakhir setiap bulan selama setahun. Nilai rata-rata untuk sebulan berarti rata-rata nilai tukar harian selama bulan itu.
4. Standar Laporan Keuangan
Laporan keuangan konsolidasian disusun sesuai dengan Standar Pelaporan Keuangan Internasional sebagaimana dikeluarkan oleh Dewan Standar Akuntansi Internasional ("IASB") dan sebagaimana diadopsi oleh Uni Eropa ("IFRS"). Laporan keuangan konsolidasian disajikan dalam jutaan euro ("EURm"),
5. Financial liabilities
Grup telah mengklasifikasikan kewajiban keuangannya ke dalam kategori berikut: kewajiban derivatif dan keuangan saat ini lainnya, instrumen keuangan majemuk, utang pinjaman, dan utang akun. Derivatif dijelaskan dalam bagian instrumen keuangan derivatif.
6. Derivative financial instruments
Semua derivatif diakui pada awalnya pada nilai wajar pada tanggal kontrak derivatif dimasukkan ke dalam dan kemudian dikunyahkan kembali pada nilai wajar. Metode mengenali keuntungan atau kerugian yang dihasilkan bervariasi sesuai dengan apakah turunannya ditunjuk dan memenuhi syarat di bawah akuntansi lindung nilai. Umumnya, arus kas lindung nilai diklasifikasikan sebagai arus kas dari kegiatan operasi dalam laporan arus kas konsolidasian sebagai barang lindung nilai yang mendasarinya berkaitan dengan kegiatan operasi Grup. Ketika kontrak derivatif diperhitungkan sebagai lindung nilai dari posisi yang dapat diidentifikasi yang berkaitan dengan kegiatan pembiayaan atau investasi, arus kas kontrak diklasifikasikan dengan cara yang sama seperti arus kas posisi yang dipagari.
Turunan yangatif berkano dalam hubungan nilai lindung nilai yang mana dengan nilai wajar melalui laba rugi.
Kontrak valuta asing forward dihargai pada nilai tukar maju pasar. Perubahan nilai wajar diukur dengan membandingkan tarif ini dengan tingkat kontrak-forward asli. Opsi mata uang dihargai pada setiap tanggal pelaporan dengan menggunakan model penilaian opsi Garman & Kohlhagen. Perubahan nilai wajar diakui dalam laporan pendapatan konsolidasian.
Nilai wajar perjanjian suku bunga maju, opsi suku bunga, kontrak berjangka, dan opsi yang diperdagangkan di bursa dihitung berdasarkan suku bunga pasar yang dikutip pada setiap tanggal pelaporan. Analisis arus kas diskon digunakan untuk menghargai suku bunga dan swap suku bunga lintas mata uang. Perubahan nilai wajar diakui dalam laporan pendapatan konsolidasian.
Untuk derivatif yang tidak ditunjuk di bawah akuntansi lindung nilai tetapi lindung nilai eksposur yang dapat diidentifikasi seperti penjualan dan pembelian berdenominasi mata uang asing yang diantisipasi, keuntungan dan kerugian diakui dalam pendapatan atau pengeluaran lain. Keuntungan dan kerugian pada semua derivatif lain yang tidak ditunjuk di bawah akuntansi lindung nilai diakui dalam pendapatan keuangan dan pengeluaran dalam laporan pendapatan konsolidasian.
Derivatif yang disematkan, jika ada, diidentifikasi dan dipantau oleh Grup dan diukur pada nilai wajar pada setiap tanggal pelaporan dengan perubahan nilai wajar yang diakui dalam laporan pendapatan konsolidasi.
7. Akuntansi lindung nilai
Grup menerapkan akuntansi lindung nilai pada kontrak valuta asing, opsi, atau strategi opsi tertentu, dan derivatif suku bunga. Opsi dan strategi opsi yang memenuhi syarat memiliki premi bersih nol atau premi bersih yang dibayarkan. Untuk struktur opsi, istilah penting dari opsi dibeli dan dijual sama dan jumlah nominal komponen opsi yang dijual tidak lebih besar daripada opsi yang dibeli.Cash flow hedges: hedging of forecast foreign currency denominated sales and purchases
Grup menerapkan lindung nilai akuntansi untuk lindung nilai yang memenuhi syarat. Lindung nilai yang memenuhi syarat adalah lindung nilai arus kas yang didokumentasikan dengan benar dari risiko nilai tukar mata uang asing dari perkiraan penjualan dan pembelian mata uang asing di masa depan yang memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam IAS ((, Instrumen Keuangan: Pengakuan dan Pengukuran. Item lindung nilai harus sangat mungkin dan menyajikan eksposur ke variasi arus kas yang pada akhirnya dapat mempengaruhi laba atau rugi. Lindung nilai harus sangat efektif, baik secara prospektif maupun retrospektif.
Untuk devisa yang memenuhi syarat ke depan, perubahan nilai wajar yang mencerminkan perubahan nilai tukar spot dan, untuk opsi valuta asing yang memenuhi syarat atau strategi opsi, perubahan nilai intrinsik ditangguhkan dalam nilai wajar dan cadangan lain dalam ekuitas pemegang saham sejauh lindung nilai efektif. Porsi yang tidak efektif langsung diakui dalam laporan pendapatan konsolidasian. Biaya penempaan, yang dinyatakan baik sebagai perubahan nilai wajar yang mencerminkan perubahan nilai tukar ke depan mengurangi perubahan nilai tukar spot untuk kontrak valuta asing ke depan, atau sebagai perubahan nilai waktu untuk opsi atau strategi opsi, diakui dalam pendapatan atau pengeluaran lain dalam laporan pendapatan konsolidasian.
Akumulasi perubahan nilai wajar dari lindung nilai yang memenuhi syarat dilepaskan dari nilai wajar dan cadangan lainnya ke dalam laporan pendapatan konsolidasi sebagai penyesuaian terhadap pendapatan dan pengeluaran operasi lainnya ketika arus kas lindung nilai mempengaruhi laporan pendapatan konsolidasian. Perkiraan penjualan dan pembelian mata uang asing mempengaruhi laporan pendapatan konsolidasian pada berbagai tanggal hingga sekitar satu tahun sejak tanggal pelaporan. Jika perkiraan transaksi tidak lagi diharapkan terjadi, semua keuntungan atau kerugian yang ditangguhkan segera dilepaskan ke dalam laporan pendapatan konsolidasi. Jika barang lindung nilai berhenti sangat mungkin tetapi masih diharapkan terjadi, akumulasi keuntungan dan kerugian tetap dalam nilai wajar dan cadangan lainnya sampai arus kas lindung nilai mempengaruhi laporan pendapatan konsolidasi.
Lindung nilai arus kas: lindung nilai risiko mata uang asing dari akuisisi bisnis yang sangat mungkin dan transaksi lainnya
Dari waktu ke waktu, Grup melindungi variabilitas arus kas yang disebabkan oleh risiko mata uang asing yang melekat pada akuisisi bisnis yang sangat mungkin dan transaksi masa depan lainnya yang menghasilkan pengakuan aset non-keuangan. Ketika aset non-keuangan tersebut diakui dalam laporan posisi keuangan konsolidasian, keuntungan dan kerugian yang sebelumnya ditangguhkan dalam nilai wajar dan cadangan lainnya dialihkan ke biaya akuisisi awal aset. Jumlah yang ditangguhkan pada akhirnya diakui dalam laporan pendapatan konsolidasi sebagai hasil dari penilaian niat baik untuk akuisisi bisnis dan melalui depresiasi atau amortisasi untuk aset lainnya. Penerapan akuntansi lindung nilai bersyarat pada transaksi perkiraan yang sangat mungkin dan lindung nilai sangat efektif, prospektif dan retrospektif.
Lindung nilai arus kas: lindung nilai variabilitas arus kas pada kewajiban laju variabel
Dari waktu ke waktu, Grup menerapkan lindung nilai arus kas untuk lindung nilai variabilitas arus kas pada kewajiban laju variabel tertentu. Bagian efektif dari keuntungan atau kerugian yang berkaitan dengan swap suku bunga hedging pinjaman suku bunga variabel ditangguhkan dalam nilai wajar dan cadangan lainnya. Perolehan atau kerugian terkait porsi yang tidak efektif langsung diakui dalam laporan pendapatan konsolidasian. Jika instrumen lindung nilai diselesaikan sebelum tanggal jatuh tempo kewajiban terkait, akuntansi lindung nilai dihentikan dan semua keuntungan kumulatif dan kerugian didaur ulang secara bertahap ke laporan pendapatan konsolidasi ketika arus kas bunga variabel lindung nilai mempengaruhi laporan pendapatan konsolidasian.
Fair value hedges: hedging of foreign exchange exposure
Grup menerapkan lindung nilai wajar akuntansi risiko valuta asing dengan tujuan untuk mengurangi paparan fluktuasi nilai wajar komitmen tegas karena perubahan nilai tukar mata uang asing. Perubahan nilai wajar derivatif yang ditetapkan dan memenuhi syarat sebagai lindung nilai wajar, bersama dengan setiap perubahan nilai wajar dari komitmen perusahaan lindung nilai yang disebabkan oleh risiko lindung nilai, dicatat dalam pendapatan keuangan dan pengeluaran dalam laporan pendapatan konsolidasian.
Fair value hedges: hedging of interest rate exposure
Grup ini menerapkan akuntansi lindung nilai wajar untuk mengurangi paparan fluktuasi nilai wajar liabilitas pembawa bunga karena perubahan suku bunga dan nilai tukar mata uang asing. Perubahan nilai wajar derivatif yang ditetapkan dan memenuhi syarat sebagai lindung nilai wajar, bersama dengan setiap perubahan nilai wajar kewajiban lindung nilai yang disebabkan oleh risiko lindung nilai, diakui dalam pendapatan dan pengeluaran keuangan. Jika item lindung nilai tidak lagi memenuhi kriteria untuk akuntansi lindung nilai, lindung nilai berhenti dan penyesuaian nilai wajar yang dilakukan pada jumlah induk barang lindung nilai sementara lindung nilai efektif diakui dalam pendapatan keuangan dan pengeluaran berdasarkan metode bunga yang efektif.
Hedges of net investments in foreign operations
Grup ini menerapkan lindung nilai akuntansi untuk lindung nilai mata uang asingnya pada investasi bersih. Lindung nilai yang memenuhi syarat adalah lindung nilai yang didokumentasikan dengan benar dari risiko nilai tukar mata uang asing dari investasi bersih berdenominasi mata uang asing yang efektif baik secara prospektif maupun retrospektif.
Perubahan nilai wajar yang mencerminkan perubahan nilai tukar spot untuk forward valuta asing yang memenuhi syarat, dan perubahan nilai intrinsik untuk opsi valuta asing yang memenuhi syarat, ditangguhkan dalam perbedaan terjemahan dalam pernyataan konsolidasi ekuitas pemegang saham. Perubahan nilai wajar yang mencerminkan perubahan nilai tukar ke depan mengurangi perubahan nilai tukar spot untuk forward, dan perubahan nilai waktu untuk opsi diakui dalam pendapatan dan pengeluaran keuangan. Jika pinjaman berdenominasi mata uang asing digunakan sebagai lindung nilai, semua keuntungan dan kerugian valuta asing yang timbul dari transaksi diakui dalam perbedaan terjemahan. Porsi yang tidak efektif langsung diakui dalam laporan pendapatan konsolidasian.
Akumulasi perubahan nilai wajar dari lindung nilai yang memenuhi syarat dilepaskan dari perbedaan terjemahan pada pembuangan semua atau sebagian perusahaan Grup asing berdasarkan penjualan, likuidasi, pelunasan modal saham atau pengabaian. Jumlah kumulatif atau bagian proporsional dari perubahan nilai wajar lindung nilai yang memenuhi syarat yang ditangguhkan dalam perbedaan terjemahan diakui sebagai pendapatan atau pengeluaran ketika keuntungan atau kerugian pembuangan diakui.
Hedge accounting model
Model akuntansi lindung nilai baru akan menyelaraskan akuntansi untuk instrumen lindung nilai lebih dekat dengan praktik manajemen risiko Grup. Kebijakan manajemen risiko valuta asing Grup dan model akuntansi lindung nilai telah selaras dengan persyaratan dari IFRS ( dan karenanya tidak ada dampak pada akuntansi untuk hubungan lindung nilainya. Untuk akuntansi lindung nilai arus kas, Grup telah memilih untuk menunda biaya lindung nilai dalam pendapatan komprehensif lainnya sampai barang lindung nilai berdampak pada laba dan rugi. Untuk akuntansi lindung nilai investasi bersih, Grup telah memilih untuk menunda biaya lindung nilai dalam pendapatan komprehensif lainnya dan mengelompokkannya selama masa lindung nilai. Penyesuaian awal terkait dengan perlakuan biaya hedging, yang dicatat antara pendapatan komprehensif lainnya dan laba ditahan sebagai penyesuaian transisi pada penerapan awal standar, bukanlah materi.
8. Nilai wajar derivatif dan instrumen keuangan lainnya
Nilai wajar derivatif dan instrumen keuangan lainnya yang tidak diperdagangkan di pasar aktif seperti ekuitas yang tidak terdaftar ditentukan menggunakan teknik penilaian. Estimasi dan penilaian diperlukan dalam memilih teknik penilaian yang sesuai dan dalam menentukan asumsi yang mendasarinya. Di mana harga pasar yang dikutip tidak tersedia untuk saham yang tidak terdaftar, nilai wajar didasarkan pada sejumlah faktor termasuk, tetapi tidak terbatas pada, nilai pasar saat ini dari instrumen serupa; harga yang ditetapkan dari transaksi slength lengan baru-baru ini; dan/atau analisis prospek pasar dan kinerja operasi perusahaan target dengan mengacu pada perusahaan sebanding pasar publik di sektor industri sejenis. Perubahan perkiraan ini dapat mengakibatkan gangguan atau kerugian dalam periode mendatang. Berdasarkan perkiraan dan asumsi tersebut, nilai wajar derivatif dan aset keuangan lainnya yang tidak diperdagangkan di pasar aktif, menggunakan data yang tidak dapat diamati (level 3 hierarki nilai wajar), is EUR 552 million (EUR 660 million in 2016), Mewakili 29% total aset keuangan yang diukur berdasarkan nilai wajar secara berulang (24%total aset keuangan bersih di 2016). Level 3 kewajiban keuangan termasuk kewajiban bersyarat untuk China Huaxin sebagai bagian dari perjanjian definitif Nokia Shanghai Bell di mana China Huaxin memperoleh hak untuk sepenuhnya mentransfer minat kepemilikannya di Nokia Shanghai Bell ke Grup dengan imbalan penyelesaian uang tunai di masa depan. Nilai bersih yang dihitung saat ini dari penyelesaian kas di masa depan yang diharapkan adalah EUR 672 million Mewakili 71% total liabilitas keuangan yang diukur berdasarkan nilai wajar secara berulang. Refer to Note 24, Nilai wajar instrumen keuangan. Nilai wajar instrumen keuangan.
a. Catatan untuk laporan keuangan konsolidasian berlanjut yang berhubungan dengan transaksi akuntansi internasional
24. Nilai wajar instrumen keuangan
Aset dan liabilitas keuangan yang tercatat pada nilai wajar dikategorikan berdasarkan jumlah input yang tidak dapat diservis yang digunakan untuk memperoleh valuasi wajar aset dan liabilitas forthese,level 1 menjadi nilai pasar untuk produk yang diperdagangkan di bursa, level 2 didasarkan pada kutipan dari layanan penetapan harga pihak ketiga,and level 3 membutuhkan sebagian besar penilaian manajemen. Pada akhir setiap periode pelaporan, Grup mengkategorikan aset dan liabilitas keuangannya ke tingkat hierarki nilai wajar yang sesuai. Item yang dibawa pada nilai wajar dalam tabel berikut diukur berdasarkan nilai wajar secara berulang.
Risk Management Market Risk Foreign Exchange Risk
Karena Grup memiliki entitas di mana mata uang fungsional selain euro, ekuitas pemegang saham terkena fluktuasi nilai tukar mata uang asing. Perubahan ekuitas yang disebabkan oleh pergerakan nilai tukar mata uang ditunjukkan sebagai perbedaan terjemahan mata uang dalam laporan keuangan konsolidasian. Grup dapat menggunakan kontrak valuta asing ke depan, opsi valuta asing dan pinjaman berdenominasi mata uang asing untuk lindung nilai eksposur devisanya yang timbul dari investasi bersih asing.
Mata uang yang mewakili sebagian besar campuran mata uang dalam instrumen keuangan yang beredar per Desember 31 are as follows:
(1) Digunakan untuk melindungi risiko devisa dari perkiraan arus kas yang sangat mungkin terkait dengan penjualan, pembelian, dan kegiatan akuisisi bisnis. Dalam beberapa mata uang, terutama dolar AS, Grup memiliki risiko devisa yang besar dalam perkiraan arus kas masuk dan arus keluar. Eksposur yang mendasari yang dilakukan lindung nilai ini tidak disajikan dalam tabel karena mereka bukan instrumen keuangan.
(2) Digunakan untuk melindungi risiko devisa dari komitmen perusahaan kontraktual. Eksposur yang mendasari yang dilakukan lindung nilai ini tidak disajikan dalam tabel karena mereka bukan instrumen keuangan.
(3) Digunakan untuk lindung nilai eksposur investasi bersih. Eksposur yang mendasari yang dilakukan lindung nilai ini tidak disajikan dalam tabel karena mereka bukan instrumen keuangan.
(4) Item pada laporan posisi keuangan dan beberapa kemungkinan perkiraan arus kas dalam mata uang asing dipagari oleh sebagian derivatif valuta asing yang tidak ditunjuk dalam hubungan lindung nilai dan dibawa pada nilai wajar melalui laba dan rugi.
akses drive pada link https://docs.google.com/document/d/1r6Q1dTuGzH3xhb_vRL6bGgAb63A-ecBGr-s7oFjGKqM/edit?usp=sharing
DAFTAR PUSTAKA
C.S Choi dan G.Mueller.1998.Akuntansi Internasioanl Edisi Indonesia.Jakarta:Salemba Empat
Doupnik,Timothy S.2012.International Accounting.New York.McGraw-Hill
https://danielstephanus.wordpress.com/2020/01/09/standar-akuntansi-di-berbagai-negara/
https://nurulchaeriah.blogspot.com/2013/12/sejarah-perkembangan-ifrs.html
https://www.dosenpendidikan.co.id/akuntansi-internasional/
Sutedi,Adrian.2014.Hukum Ekspor Impor.Jakarta:Raih Asa Sukses
Nokia Annual Report on Form 20-F 2017
Komentar
Posting Komentar